Sunday, October 21, 2012

Ross




Berlari cepat, menghindari bencana. Teman dalam kejahatan akan meninggalkanmu, meninggalkan tanda keburukan mereka, kita membuat jalan kita sendiri. Kemarin hanyalah masa lalu, lupakan bekas luka sisa perang kemarin yang masih segar. Karena kenyataan adalah hari ini.
Luka, mewariskan sebuah kebencian, pada tubuh yang terluka. Seperti mawar di tepi jalanan. Manusia memiliki takdir yang sulit.
Kami  berasal dari sesuatu yang disepelekan, tapi janji satu hal, kami akan mengubah dunia ini dengan tangan kami, jangan hanya diam menyaksikan. Teruslah bekerja, temukan siapa dirimu. Karena disini tidak ada yang perduli dan tidak ada yang akan memebritahu siapa dirimu.

takdir, lahir dari sebuah mimpi, dari hati yang terluka. Seperti mawar di tepi jalan, kita mengubah  takdir di tangan kita sendiri.
Tidak perlu banyak bertanya, karena kamu tidak akan mendapat jawaban. Inilah dunia, dimana kamu akan merasa sakit dan menangis, tempat menyesal karena telah dilahirkan. Mewarisi sebuah kebencian,,,
Lakukan, lari,,, lari,,, jangan lihat kebelakang. Lari,,, lari,,, lakukan sesutau yang benar !

Friday, October 19, 2012

Diriku Sendiri



Aku  adalah salah satu manusia yang turun seperti kilat diantara banyaknya peperangan dibumi yang membuat dunia ini rusak. Aku  tidak akan menyebabkan rasa sakit, hanya diam menyaksikan dan menghayati siapa yang membuat hukum mereka seperti ini.
Aku  bosan selamanya  hidup ditempat yang penuh dengan kenyamanan, lalu aku pergi sendirian ketempat yang penuh dengan kesengsaraan dan penderitaan karena perang, aku hanya ingin menjadi diri sendiri. Aku tidak perlu bernyanyi  nyanyian  kesendirian utnuk mengusir rasa sedihku. Aku menjerit, berteriak, aku ingin menjadi diriku sendiri.
Aku mengikuti kata hatiku, kesebuah tempat suci dimana tidak tidak ada kegelapan tinggal. Disana aku akan menemukan diriku. Aku tidak akan pulang kemanapun, tidak ada yang mengharapkan aku pulang, karena aku tidak memiliki tempat untuk tinggal. aku tidak perlu menangis dan mengemis untuk meminta kepada orang memberitahukan dimana tempatku tinggal. Mereka akan tahu melalui sebuah cerita. Dan memberitahukanya kepadaku.  
Aku tidak memiliki sayap seperti sebuah cerita legenda, malaikat yang turun dari surga kedalam neraka untuk mencari jati dirinya. Mengabaikan kata-kata tuhan dan mambuat hukum sendiri, mencari sebuah keadilan yang dianggapnya benar.
Setan selalu berbisik, menyruhku mencari keadilan yang menurutku benar. Menertawakan setiap yang aku lakukan.


Penjara Untuku



Sebuah pengadilan yang  sedang berlangsung hari ini, hakim memberikan tidak ada banding untuk perkara ini. Aku hanya menangisi dosaku sendiri dan menjerit memenuhi ruangan dengn dinding yang dingin dan terlihat pucat. Diruangan yang terbuat dari baja ini, aku sendiri, lemah dan berlutut. Tidak ada suara, hanya hembusan nafasku disekitar ruangan yang terengah-engah. Banyak sekali setan dikepala yang membuatku kacau, wajahku hanya menunjukan Emosi, dibelenggu oleh kalimat penyesalanku yang mengharapkan tidak terulang. Disini bukanlah tempat untuk menebus dosa. Walau kulit dan tubuhku mulai terbakar.
Aku berkata, “ohh, sekarang aku hanya bisa memegang kepalaku tingi-tingi, menyembunyikan kebencian yang terus membakar , terus membakar sampai kedalam perasaan yang dulu terus membanggakan keegoisan”. Aku disekap sekarang, aku tidak bisa keluar, melihat matahari yang bersinar, semua perasaan sakit melebur menjadi satu.
Aku mendengar suara petir menggelegar dari  kejauhan, merasakan kebesaran tuhan. Aku mulai merasakan balasan rasa sakit, dihari yang sangat menyedihkan, aku kehilangan semuanya, seperti singa yang mengaum dari kegelapan, aku terus menjerit disini, berharap sebuah  cahaya membebaskanku dari beban ini, seperti kunci yang akan membuka kehidupan baru.

tapi, seharusnya aku mati pagi hari nanti. Terbentur rasa sakit yang sangat keras. Semua orang tidak akan memiliki waktu untuk meluangkan waktunya menangisi aku.  Karena mereka benar-benar tidak punya waktu.
Aku menangis dihadapan tuhan, berharap keadilan tuhan. Jibril berdiri dihadapanku dengan tegas, Dia memberikan hukuman penjara untuku, untuk semua dosa-dosaku.

Tuesday, October 16, 2012

Tangga Menuju ke Surga



seorang wanita yang memiliki banyak kekayaan, banyak emas, dunia yang bergemerlap. Dia punya segalanya  dan dia mendapatkan apa yang dia inginkan.
suatu waktu,  dia ingin membeli sebuah  tangga menuju ke surga.  dia tidak bisa mendapatkanya karena semua toko  tutup. tapi, ada sebuah tanda didinding yag membuat dia penasaran, dia ingin memastikan, tanda apa itu. Karena kalian tau, terkadang sesuatu itu memiliki dua makna yang berbeda.
Dekat dengan pepohonan ditepian sungai, ada burung yang menyanyikan lagu-lagu, membuat pikirannya kosong. Ohh, itu membuatnya bertanya-tanya. Dia mendapatkan suatu perasaan saat dia menatap kearah barat. dia semakin semangat, sampai-sampai dia menangis karena tidak ingin meninggalkanya, dalam pikiranya, dia melihat asap yang  bercincin-cincin dari pohon-pohon  itu. Kemudian dia mendengar seperti suara orang-orang yang mencari, itu semakin membuatnya bertanya-tanya, dia semakin bertambah bertanya-tanya.
Suara  itu berbisik, dia menyangka itu adalah suara lagu, alasanya adalah suara seruling yang sangat nyaring  yang mengiringi suara itu. Dia berdiri sampai waktu yang lama, tanpa ia sadari, hari telah berganti, ditandai dengan fajar baru terbit, dia tidak sadar, karena pohon-pohon itu mulai bergema dengan tawa.  
Suasana mulai hiruk-pikuk, dia mulai khawatir sekarang. Pedahal itu hanya sebuah nyanyian ratu alam  untuk membersihkan hutan, dia gelisah, dia mulai berpikir. Dia tidak bisa tetap disini, dia semakin tergesa-gesa, pedahal dia memiliki banyak waktu untuk merubah keadaannya. Dia memiliki dua pilihan, tetap disini atau pergi dengan berlari melewati jalan yang panjang.
Kepalanya terlalu lama berpikir, dia malah bersenandung sambil mendendangkan kepalanya, dia tidak akan pergi. Dia tidak tahu, ternyata suara seruling itu telah memanggilnya untuk tetap disana, dia hanya diam, merasakan hembusan angin yang bertiup, suara alam yang berbisik. Indah sekali. Apakah kau tahu, tangga yang dia cari ada pada angin yang berbisik.
Dia merasakan  jiwanya lebih tinggi dari apa yang dia bayangkan.  Dia mulai berjalan, melihat sebuah cahaya yang ingin menunjukan sesuatu padanya. Cahaya itu tampak tersenyum, merubah semuanya menjadi emas.  Suara itu mulai terdengar lagi, dia mendengarkanya sangat keras. Suara indah itu datang lagi padanya, dia mulai tahu, lagu itu akan datang ketika kita semua menjadi satu dan satu adalah semua, kita hidup untuk menjadi seimbang saling merawat dan menjaga dalam keselarasan.
Dia sadar itu tangga menuju ke surga.