Friday, October 19, 2012

Penjara Untuku



Sebuah pengadilan yang  sedang berlangsung hari ini, hakim memberikan tidak ada banding untuk perkara ini. Aku hanya menangisi dosaku sendiri dan menjerit memenuhi ruangan dengn dinding yang dingin dan terlihat pucat. Diruangan yang terbuat dari baja ini, aku sendiri, lemah dan berlutut. Tidak ada suara, hanya hembusan nafasku disekitar ruangan yang terengah-engah. Banyak sekali setan dikepala yang membuatku kacau, wajahku hanya menunjukan Emosi, dibelenggu oleh kalimat penyesalanku yang mengharapkan tidak terulang. Disini bukanlah tempat untuk menebus dosa. Walau kulit dan tubuhku mulai terbakar.
Aku berkata, “ohh, sekarang aku hanya bisa memegang kepalaku tingi-tingi, menyembunyikan kebencian yang terus membakar , terus membakar sampai kedalam perasaan yang dulu terus membanggakan keegoisan”. Aku disekap sekarang, aku tidak bisa keluar, melihat matahari yang bersinar, semua perasaan sakit melebur menjadi satu.
Aku mendengar suara petir menggelegar dari  kejauhan, merasakan kebesaran tuhan. Aku mulai merasakan balasan rasa sakit, dihari yang sangat menyedihkan, aku kehilangan semuanya, seperti singa yang mengaum dari kegelapan, aku terus menjerit disini, berharap sebuah  cahaya membebaskanku dari beban ini, seperti kunci yang akan membuka kehidupan baru.

tapi, seharusnya aku mati pagi hari nanti. Terbentur rasa sakit yang sangat keras. Semua orang tidak akan memiliki waktu untuk meluangkan waktunya menangisi aku.  Karena mereka benar-benar tidak punya waktu.
Aku menangis dihadapan tuhan, berharap keadilan tuhan. Jibril berdiri dihadapanku dengan tegas, Dia memberikan hukuman penjara untuku, untuk semua dosa-dosaku.