Sebuah pengadilan
yang sedang berlangsung hari ini, hakim
memberikan tidak ada banding untuk perkara ini. Aku hanya menangisi dosaku
sendiri dan menjerit memenuhi ruangan dengn dinding yang dingin dan terlihat
pucat. Diruangan yang terbuat dari baja ini, aku sendiri, lemah dan berlutut. Tidak
ada suara, hanya hembusan nafasku disekitar ruangan yang terengah-engah. Banyak
sekali setan dikepala yang membuatku kacau, wajahku hanya menunjukan Emosi, dibelenggu
oleh kalimat penyesalanku yang mengharapkan tidak terulang. Disini bukanlah
tempat untuk menebus dosa. Walau kulit dan tubuhku mulai terbakar.
Aku berkata, “ohh, sekarang aku hanya bisa memegang kepalaku
tingi-tingi, menyembunyikan kebencian yang terus membakar , terus membakar
sampai kedalam perasaan yang dulu terus membanggakan keegoisan”. Aku disekap
sekarang, aku tidak bisa keluar, melihat matahari yang bersinar, semua perasaan
sakit melebur menjadi satu.
Aku mendengar suara petir menggelegar dari kejauhan, merasakan kebesaran tuhan. Aku mulai
merasakan balasan rasa sakit, dihari yang sangat menyedihkan, aku kehilangan
semuanya, seperti singa yang mengaum dari kegelapan, aku terus menjerit disini,
berharap sebuah cahaya membebaskanku
dari beban ini, seperti kunci yang akan membuka kehidupan baru.
tapi, seharusnya aku mati pagi hari nanti. Terbentur rasa sakit yang sangat keras. Semua orang tidak akan memiliki waktu untuk meluangkan waktunya menangisi aku. Karena mereka benar-benar tidak punya waktu.
tapi, seharusnya aku mati pagi hari nanti. Terbentur rasa sakit yang sangat keras. Semua orang tidak akan memiliki waktu untuk meluangkan waktunya menangisi aku. Karena mereka benar-benar tidak punya waktu.
Aku menangis dihadapan tuhan, berharap keadilan tuhan. Jibril
berdiri dihadapanku dengan tegas, Dia memberikan hukuman penjara untuku, untuk
semua dosa-dosaku.
