Monday, October 15, 2012

dengan Pisau dan Pena, Aku Merubah Takdir


Aku selalu  menjadi orang  yang  selalu  terakhir sendirian, aku  hanya bisa  duduk dan tidak bisa melawan kehidupan, karena  aku sudah kehilangan keyakinan dalam cahaya yang semakin memudar.  Tapi, tetap tinggal disini memberiku kekuatan untuk mengubah kesulitanku, aku bertahan dan menyerang melalui ini, meskipun aku tidak tahu, apakah ini benar??

malam mini, adalah pertarungan finalku, dengan pisau dan pena,  aku menulis dan mengukir penderitaanku sendiri, dengan darah yang terus mengalir aku melukis kehidupanku.

aku berbaring menurunkan hati yang akan  berakhir di depan mataku sendiri. Nuraniku terus  memohon untuk melakukan apa yang benar. Setiap hari, aku melakukan hal yang membosankan denga pisau ini, menusuk ketajaman dengan penuh keraguan dan mencoret-coret dinding dengan sisa vena yang aku punya .
Aku tidak akan pernah ada, aku tidak akan bisa hidup. tanpa kasih dan cinta-MU , aku mejadi manusia yang tidak diinginkan. Aku menemukan cahaya yang sangat terang. Ternyata sangat terang sekali.
Aku terus berusaha menjadi sesuatu yang baik, berusaha menemukan hal yang benar, dengan pisau dan pena, aku akan merubah nasib dan takdirku, aku akan menemukan cahaya, cahaya yang sangat terang untuk menuntunku berjalan membuka pintu, menuju cahaya yang sangat terang.