Wednesday, May 9, 2012

Dari jauh kamu semakin menjauh.

Kapan terahir kita bertemu dan menatap mata.
Kapan terahir kita saling menyapa mengucap salam keselamatan.
Kapan terahir kali kamu menemani dan berjalan di sampingku.
Semua kenangan ini tidak akan pernah mati. Aku tersenyum kepadamu, Aku menatap matamu dan bertanya padamu. Jawabanmu hanya wajah pucat yg kau berikan dengan memalingkan pandangan.
Kini kita mulai jauh. Menghindar dari setiap wajah yg kau kenal dan temui, berdiam di tempat yg gelap dan menyendiri. Sesekali, aku mendengar kau menyebut-nyebut  nama tuhan. Kemudian kamu menangis. Menafsirkan perkataan tuhan lewat alkitab. Lalu kamu menangis, lalu kembali menangis.

Kapan terahir kita bertemu dan bertatapan mata, kapan terahir kita saling mengucap salam keselamatan dari tuhan.
Kini kau jauh, jauh dan semakin jauh. Aku tidak bisa menangkapmu. Kau mengabaikan cinta dan kedamaian. Berapa banyak cinta lagi yang harus ditebus untuk membuatmu kembali. Tapi kamu tetap saja semakin menjauh.

Kamu terus  tertawa, menangis dan marah dengan mengabaikan cinta dan kedamaian. Dari jauh kamu semakin menjauh.