Ini adalah hari pertamaku pergi mengaji dengan teman-teman seusiaku,
saat itu aku mungkin baru berumur 3 atau 4 tahun. Saat itu aku mengaji disebuah langgar dengan sorang ustadz yang memiliki badan besar, suara yang tinggi dan wajah
yang menggambarkan bahwa dia seorang yang tegas. aku duduk melingkar bersama teman-teman seusiaku. Hari petamaku mengaji, pak ustadz bercerita tentang Allah . Katanya Allah itu ada, tapi tidak
bisa dilihat dan hanya bisa dirasakan, Allah itu maha besar. Tidak ada
yang tidak bisa dilakukan-NYA, segala kehendaknya, maka dengan seketika
akan terlaksana. aku masih kurang mengerti pada saat itu. Yang ada pada
pikiranku saat itu adalah terus membayangkan dan menggambarkan setiap ucapan-ucapan pak ustadz. dalam gambaranku, Allah memiliki wujud yang sama seperti pak ustadz, memiliki badan yang tinngi, besar, tegap, suara yang tinggi, wajah yang
tegas, berbaju koko dengan memakai kopeah “H.iming” dan bersorban, tapi
tubuhnya sangat besar dan dia berada disuatu tempat yang tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.
Hari berikutnya, ustadz bercerita
tentang adanya surga dan neraka, katanya surga itu tempat bagi
orang-orang muslim, soleh dan taqwa, tempat untuk orang yang selalu taat kepada Allah. sedangkan neraka adalah tempat untuk orang-orang yang
jahat, orang yang murtad, orang-orang yang keluar dari jalan Allah. Aku juga berpikir
tentang ini, besoknya ketika aku bermain dilapangan, aku hanya duduk dibawah
pohon yang rindang dan teduh, aku terus memikirkan tentang surga dan neraka. aku sangat takut sekali bila nanti aku masuk kedalam neraka dan terbakar oleh api neraka.
dari kejauhan aku hanya memandangi teman-temanku yang sedang main di
lapang. ada yang bermain engklak, galah, dan banyak
bermain dengan penuh senyum, tertawa dan bersuka ria. aku melihat wajah damai mereka yang penuh dengan kedamaian dan keceriaan. Timbul
pertanyaan dalam hatiku. ”Apa mereka tidak takut masuk neraka??”, atau
Allah akan memasukan mereka kedalam surga??, aku heran, kenapa mereka terlihat senang sekali, tidak takut bila nanti masuk surga atau neraka. aku tidak bisa membayangkan
wajah ceria teman-temanku bila natinya masuk neraka, melihat mereka menjerit,
mrlihat darah keluar dari kepala mereka yang muncrat karena dihantam
gada oleh malaikat, aku juga tidak bisa membayangkan bila mereka
menangis karena kesakitan. aku terus melamun.
mslsm selanjutnya, pak ustadz berceriota tentang Rosulullah, seorang yang diutus oleh Allah untuk menyempurnakan ahlak manusia agar tidak dalam kebodohan dan kedzoliman, Rosulullah adalah kekasih Allah. dia selalu taat beribadah dan menjadi suri tauladan bagi umat manusia. Siapa yang percaya kepadanya dan mengikuti ajaranya InsyaAllah masuk surga.
setiap malam, aku terus melamun. tengah
malam aku selalu bangun dari tidurku, aku selalu berharap setiap kali
aku bangun dari tidur, ada yang menemaniku bermain. Seperti cerita
peterpan yang selalu terbang dimalam hari disetiap mimpi indah anak-anak
bersama tinker bell dan bergembira. Tapi tetap saja hanya sunyi dan
dingin yang aku rasakan setiap kali aku bangun ditengah malam.
Dilamunanku malam itu, aku berpikir. Kenapa Allah menciptakan manusia, kalau nantinya Allah memasukan mereka kedalam neraka.
kenapa Allah menciptakan alam semesta, kenapa Allah membuat wajah
manusia berbeda, mungkin saja kalau Allah tidak menciptkan manusia, alam
dan seisinya, akan hanya ada ruangan hampa, dengan gemuruh angin malam
yang dingin. aku masih merinding bila memikirkan tentang neraka. aku ingin tahu, siapa Rosulullah itu, yang akan membawa kita kedalam surga bila kita mengikuti ajaranya. aku berdoa kepa Allah, "semoga aku, keluargaku, teman-temaku dan semua orang yang aku kenal ikut bersama Roselullah ke surga".
Aku terus bertanya-tanya dalam hati,
aku tidak berani untuk mengungkapkan seluruh pertanyaanku ini pada
orang lain, lama-lama, pikiran pertanyaan itu hilang seiring dengan bertamnahnya usia dan berjalanya waktu.
aku tetap berdoa. "semoga aku, keluargaku, teman-temaku dan semua orang yang aku kenal ikut bersama Roselullah ke surga".
