aku berpikir, buat apa beliau melakukan ini sendiri. pedahal dia sudah mempekerjakan orang untuk membersihan sekolah.semua sudah selesai. aku menutup pintu, tapi tidak rapat. aku malas mengunci pintu yang menggunakan slot dibawahnya. aku biarkan saja karena aku malas karena lelah. aku dengar beliau mengomel. aku hanya mengangkat alisku dan menghela napas panjang. malah beliau sendiri yang menguncikan pintunya. untuk hal kecil saja, ternyata bapa kepala sekolah tidak menyepelekan. aku berpikir. sebenarnya apa yang membuat beliau melakukan hal itu sendiri. pedahal dia bisa saja menyuruhku kkembali menutup pintu dan menguncinya. saat itu aku juga berpikir, sebenarnya yang membuat diri kita menyepelekan sesutu yang kecil adalah karena diri kita terlalu memanjakan rasa malas. . kata pa nano, didunia ini tidak ada orang yang malas, hanya saja manusia yang memanjakan kemalasannya.
***
tadi pagi, aku melihat tas temanku yang talimya putus. dia menjahit sendiri dengan benang yang berbeda warnanya sehingga terlihat jelek dan tidak rapi. salah satu temanku bilang "ih, dassar udik". dia menjawab "kumaha weh jelmamah, nupenting bisa hirup". bayanganku, rasanya akan sangat menyenangkan bila kita hidup dengan penuh kekreatifitasan, tak perduli dengan apa yang orang lain katakan.
***
hidup itu seperti seni, kita bisa hidup dengan cara yang kita bisa, menunjukan kemampuan yang kita miliki, memberi warna kepada hidup kita yang kita sukai.
